Sukses Jualan Bakso di Perantauan

Bisnis bakso tidak pernah sepi akan peminat di Indonesia. Hal tersebut yang kemudian mendasari Suyato dalam memulai usaha Bakso khas Bandung. Meskipun berniat merintis kuliner asli pasundan, tak lantas membuatnya langsung sukses ketika berbisnis di tanah sendiri. Sebaliknya, kesuksesan dalam usaha tersebut justru diraihnya ketika ia berpindah ke tanah perantauan.

Bukan keberuntungan, melainkan kisah getir justru didapat Bapak urang Sunda asli ini saat memulai usaha di kampung halamannya, Bandung pada 2007 silam. Kala itu pria yang telah berpengalaman bertahun-tahun di bidang bakso ini harus merasakan kepahitan dari dunia bisnis. Karena sepi pelanggan, usahanya pun harus gulung tikar dengan hutang yang menumpuk. Akibatnya ia harus menggadaikan rumah beserta hartanya untuk menutupi hutang tersebut. Karena tidak ada yang tersisa, ia pun terpaksa harus meninggalkan Bandung dan pergi merantau ke Tarakan, Kalimantan Utara. Waktu turun dari pesawat, uang saya di kantong cuma sisa Rp 18.000. Saya harus berpikir keras untuk menyambung hidup, kenangnya. Walhasil, ia pun harus bekerja serabutan untuk menafkahi keluarganya.

Pekerjaan sebagai buruh hingga pengangkut pasir pun sempat dilakoni sampai akhirnya bertemu dengan orang yang menawarkan untuk kerjasama usaha. Dari sanalah ia kemudian mendapatkan modal awal sebesar Rp 5 juta untuk memulai lagi usahanya. Iakembali mendirikan usaha bakso dengan brand Bakso Barokah.

Pilihannya untuk usaha Bakso khas Bandung itu sendiri tidak terlepas dari pengalamannya selama bertahun-tahun dalam menjual bakso. Ia menganggap bakso khas Bandung tersebut memiliki keunikan tersendiri, jika dibandingkan bakso lainnya. Kendala dalam mengatur sumber daya manusia sempat ia rasakan di awal usaha. Ia mengaku sering mendapatkan uang dari hasil penjualan di warung yang disetorkan oleh anak buahnya, sesama perantauan, namun jumlah yang diterimanya tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Selain itu untuk mempercepat agar masyarakat sekitar mengenal brand bakso barokah, dirinya melakukan iklan gratis di berbagai media sosial secara konsisten. Hasilnya kini brand tersebut sudah dikenal masyarakat dalam waktu yang cukup singkat. Nah anda ingin juga brand dikenal masyarakat luas namun tidak ada waktu untuk melakukanya ? Hubungilah tim jasa seo semarang yang sudah sangat ahli dan paham betul melakukan digital branding.

Karena sulit memilih orang yang bisa dipercaya, akhirnya bisnis baksonya dilanjutkan dengan dukungan keluarga. Perbedaan adat dan budaya di tempatnya tinggal saat ini tidak lantas membuat penerimaan terhadap produknya sepi. Berbanding terbalik dengan apa yang pernah ia alami di Bandung, sambutan antusias justru diberikan oleh masyarakat Tarakan terhadap produknya tersebut. Mungkin karena sebelumnya bakso jarang ada di sini, jadi saat saya baru buka mereka langsung tertarik untuk beli,” ujarnya. Hal itu juga yang membuat ia tidak perlu bersusah payah melakukan promosi, selain hanya memasang iklan lewat majalah dan koran lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

css.php
Skip to toolbar