Alat Canggih Untuk Mengukur Kualitas Aspal Jalan

Salah satu program prioritas pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di sektor infrastruktur adalah pembangunan jalan raya, terutama ruas jalan tol di berbagai daerah. Jalan tol lintas Jawa sudah hampir rampung, sementara lintas-Sumatera, lintas-Kalimantan, dan lintasPapua sedang dalam proses pengerjaan. Hingga akhir tahun 2018, Indonesia memiliki jalan tol yang sudah beroperasi sepanjang 1.234 km.

Panjang jalan tol tersebut belum termasuk ruas tol yang secara fisik sudah selesai dibangun tetapi belum digunakan. Tidak heran Indonesia saat ini disebut sebagai salah satu negara di Asia-Pasifik yang memiliki program pembangunan infrastruktur yang paling ambisius. Capaian panjang jalan tol tersebut sebetulnya belum seberapa jika mempertimbangkan wilayah Indonesia yang begitu luas dari terdiri dari ribuan pulau. Artinya, ke depan bangsa ini masih memerlukan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih massif lagi. Untuk mencapai target yang diharapkan, pemerintah perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga infrastruktur jalan yang dibangun bisa terwujud, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu pihak yang diajak kerjasama ialah Indoreadymix yang bergerak pada bidang pengecoran.

Dukungan yang diharapkan tentu saja bukan hanya dari sisi investasi modal, dan peralatan kerja, melainkan juga teknologi. Presiden Joko Widodo sendiri mendorong para kontraktor untuk membangun dengan memanfaatkan teknologi agar proses pengerjaan lebih cepat dan efisien serta bermutu tinggi. MESIn Evaluator kualItaS jalan Sejalan dengan keinginan Presiden tersebut dan demi mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang makin berkualitas, PT Panairsan Pratama memperkenalkan alat untuk memantau kualitas jalan beraspal, yang dikenal dengan sebutan Bima FWD (Falling Weight Deflectometer).

Teknologi yang diproduksi di dalam negeri oleh anak bangsa ini merupakan hasil riset selama belasan tahun antara Balitbang Kemenpupr, Pusdajan Bandung dan berbagai pihak. Balitbang Kemenpupr sendiri sudah sekitar 15 tahun mengadakan riset tentang FWD ini. Alat ini menjadi salah satu dari 11 alat Pusjatan yang memang mau dikomersialisasi. Jadi, teknologinya dari Pusjatan tapi diproduksi oleh PT Panairsan Pratama. Seluruh produk dirancang oleh PT Panairsan Pratama dengan persetujuan dari Pusjatan, quality control tetap dari Pusjatan. Sementara design, agar alat ini gampang dilipat dan bisa disimpan di atas trailer, dilakukan oleh PT Panairsan Pratama.

Business Development Director PT Panairsan Pratama, Irsan Aditama, menerangkan bahwa FWD adalah perangkat pengujian terhadap kualitas jalan beraspal. FWD adalah teknologi untuk mengukur kualitas jalan, untuk mengetahui lekukan dinamis jalan dan untuk mengetahui quality control ketika penerimaan jalan itu dibuat sebagai parameter awal saat mendesain ketebalan, kekerasan penggunaan jalan, ungkapnya kepada Equipment Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Irsan ini, intinya alat ini menggunakan geophone yang dilengkapi sensor-sensor, sehingga memungkinkannya untuk dapat menghitung secara otomatis besaran lekukannya. Lekukan sekecil apa pun bisa dicek dengan menggunakan alat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

css.php
Skip to toolbar